Pencak Silat Malioboro Festival 2014

Meriahnya Pencak Malioboro Festival 2014, Ribuan Pesilat Beraksi di Jalanan

Lebih dari 5000 pendekar, puluhan perguruan, berbagai aliran silat,  semua berkumpul dan “bertarung” di jalanan, inilah perayaan kolosal pencak silat Indonesia.

1401625371305456224

Pencak Malioboro Festival 2014 digelar 1 Juni 2014. Festival ini adalah pertunjukkan kolosal pencak silat dari sejumlah perguruan di Indonesia dengan menghadirkan lebih dari 5000 pesilat Indonesia dan mancanegara.

 

Pencak Malioboro Festival (PMF) 2014 kembali digelar tahun ini. Berlangsung selama 3 hari di Yogyakarta, puncak sekaligus penutupan acara PMF digelar di Malioboro pada hari Minggu, 1 Juni 2014.

 

1401629876212727981

Pemanah Mataraman mengawali pagelaran Malioboro Pencak Festival 2014.

 

14016301271560359256

Bendera dan panji perguruan silat peserta Malioboro Pencak Festival 2014.

 

Seperti penyelenggaraan tahun lalu, festival kali ini pun berlangsung meriah. Ada lebih dari 5000 pesilat tanah air dan mancanegara yang beraksi memainkan ragam jurus dan komposisi gerak silat. Ditambah ribuan pengunjung Malioboro sebagai penontonnya, Pencak Malioboro Festival 2014 menjadi pertunjukkan sekaligus perayaan budaya pencak silat.

 

1401631303445684121

Perguruan Silat Walet Puti.

 

 

14016634921016686927

Perguruan Bela Diri Tangan Kosong (Betako).

 

140166368987114078

Ikatan Keluarga Silat Pro Patria Universitas Gadjah Mada.

 

Dimulai pukul 14.00 WIB, PMF 2014 dibuka dengan iring-iringan bregodo atau prajurit lengkap dengan panah dan tombak di tangan. Penonton langsung dibuat berdecak kagum dengan aksi sebuah perguruan yang mayoritas beranggotakan warga keturunan. Dengan pakaian ala pendekar mandarin, beberapa anggota membuka aksi dengan memainkan beberapa jurus. Salah satu yang istimewa adalah permainan pedang dan kipas. Bunyi sabetan pedang dan kipas yang mengiris udara jelas terdengar membuat sejumlah penonton merasa ngeri sekaligus terhibur. Tak hanya itu permainan jurus oleh para pesilat ciliknya juga mengundang tepuk tangan. Menutup aksinya perguruan ini menampilkan permainan jurus tangan kosong oleh seorang pendekar pria.

 

1401663788386693110

Tiga pendekar memainkan jurus mandarin.

 

1401663902277599679

Sejumlah pendekar cilik memperagakan jurus perguruannya.

 

14016641561183924353

Pertunjukkan jurus wushu.

 

Aksi dilanjutkan oleh beberapa perguruan dari Betawi dan Jawa Barat seperti Maenpo Cikalong, Garis Paksi dan lain sebagainya.  Dengan gaya dan jurus khas Betawi beberapa pesilat menampilkan beberapa komposisi gerak baik individu maupun berpasangan. Seorang bapak bersama anak putrinya membawakan permainan golok. Meski hanya berlangsung sesaat namun aksi keduanya cukup mengesankan.

 

1401664280596109990

Aksi pendekar Garis Paksi.

 

14016643792015292657

Permainan golok bapak dan anak.

 

 

 

Pertunjukkan terus berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam. Beberapa perguruan dari beberapa daerah di Jawa seperti Malang, Magelang, Sukoharjo hingga Kalimantan menyusul beraksi. Semua perguruan tampil dengan pakaian khasnya lengkap dengan atribut penuh warna seperti ikat kepala, sarung batik dan sabuk kecakapan penuh.

 

14016646341588102377

Dua pesilat wanita saling menjatuhkan dan membanting lawannya

 

Tak hanya pesilat nusantara, beberapa perguruan juga menyertakan pesilat manca negara. Meski ada yang tampak kaku memainkan sejumlah gerakan, namun beberapa WNA lainnya tampak lincah bertarung dengan tangan kosong.

 

14016647931146552907

Seorang pesilat Amerika Serikat (baju hijau) bertarung dengan koleganya dari Indonesia

 

14016649601095364651

Adu bela diri gaya militer.

 

 

14016651561123320014

Jatuh tersungkur.

 

Ada yang menarik dari Pencak Maliboro Festival 2014 ini yakni banyaknya pesilat wanita yang tampil mewakili perguruan mereka. Para pendekar wanita itu saling bertarung layaknya pesilat pria. Tak tanggung-tanggung beberapa di antara mereka dengan cekatan memainkan bantingan menjatuhkan lawan di atas aspal jalan raya. Liuk tubuh mereka tampak indah dengan gerakan tangan dan kaki penuh harmoni namun bertenaga.

 

Pesilat cilik juga banyak ditampilkan oleh sejumlah perguruan. Anak-anak itu memang tidak banyak berlaga namun kehadiran mereka dengan pakaian dan atribut khas perguruannya tampak unik dan menggemaskan.

 

1401665309748914676

Pesilat cilik dari perguruan tapak suci tampak bercanda di depan barisannya

 

 

14016658251767525175

Para pendekar cilik bercaping ikut memeriahkan festival.

 

Sayangnya meski menampilkan 5000 pesilat, penyelenggaran PMF 2014 mengalami penurunan kualitas dibanding gelaran sebelumnya. Ketiadaan panggung utama pada gelaran kali ini membuat aksi para pesilat kurang maksimal. Penonton pun kurang mendapatkan ruang pandangan yang lega untuk menyaksikan aksi para pendekar di jalanan. Koordinasi dengan pihak kepolisian pengatur jalan pun kurang berjalan sehingga beberapa kali aksi terhenti oleh mobil dan motor yang tiba-tiba masuk ke jalan yang seharusnya ditutup. Di samping itu ketidaktepatan waktu yang disediakan panitia membuat beberapa perguruan tidak sempat mempertontonkan pencak dan jurus andalan mereka, kalaupun bisa waktu yang hanya 2 menit membuat greget pertunjukkan kurang dirasakan.

 

Sebagai agenda resmi pariwisata tahunan Yogyakarta, Pencak Malioboro Festival bertujuan untuk mengangkat lebih tinggi pariwisata DIY sekaligus sebagai etalase pencak silat Indonesia. PMF diharapkan membuka wawasan masyarakat Indonesia tentang pencak silat. Melalui pertunjukkan komposisi gerak dan jurus masyarakat diajak untuk melihat pencak silat bukan hanya sebagai alat pertahanan diri, melainkan sebagai bentuk kreasi seni dan keindahan yang sarat dengan makna dan filosofi luhur kehidupan. Berbagai aliran khas yang dipertontonkan oleh sejumlah perguran menunjukkan betapa kayanya pencak silat Indonesia.

 

1401666141393199353

Tendangan Maut

 

Pencak Malioboro Festival 2014 adalah gelaran ketiga yang diselenggarakan oleh Paseduluran Angkringan Silat dan Tantungan Project. Hadirnya beberapa pesilat mancanegara sekali lagi membuka mata bahwa pencak silat sudah mendunia dan diakui keistimewaannya. Maka sudah seharusnya bangsa Indonesia bangga dan melestarikan budaya pencak silat.